Hari-hari ku di Semester 3 akan segera berakhir. Menempuh pendidikan yang lebih tinggi di Perguruan Tinggi yang termasuk favorit di Indonesia ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Tentu saja begitu, untuk masuknya saja mesti berjuang keras, selain mempersiapkan otak dan mental mahasiswa juga harus siap dengan kantong yang tebal. Ya, itulah yang disesalkan dari kelemahan sistem pendidikan di Indonesia. Namun, meskipun Indonesia yang tidak sehebat Jepang adalah tanah air yang harus kita banggakan dan kita elu-elu kan, tapi bagaimana dengan para koruptor? Hhh..itu lain soal, susah di jelaskan dan kita tidak sedang membicarakan politik disini.
Baiklah, kembali ke cerita...
Semester 3.. ya.. harusnya sekarang adalah puncak dari prestasi, bagi mahasiswa Diploma yang hanya kuliah 5 semester dan semester 6 digunakan untuk Praktik Kerja Lapangan, semester 3 adalah kesempatan untuk meraih beasiswa, kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia layak di tunjuk menjadi asdos selanjutnya, dan kesempatan untuk membuktikan diri bahwa dia bisa.
Setidaknya itulah yang terjadi di sekitarku, di lingkunganku banyak klise-klise orang yang menunjukkan jati dirinya, entah itu sebagaimana yang aku duga saat pertama bertemu hingga yang berbeda dari perkiraan semula. Dan dengan begitu aku tau sifat-sifat mereka.
Aku bukan mahasiswa yang aktif, kadang berbicara dengan teman "ngumpul"ku saja aku jarang, apalagi harus mengungkapkan pendapat di depan forum dan membantah pernyataan teman-teman lain yang mungkin saja mereka sudah mencari bahan presentasi hingga 3 hari 3 malam, atau sekedar membuat guyonan "garing" untuk mencari-cari perhatian. Sungguh, aku bukan orang itu, aku bukan mereka.
Namun, tentu saja aku juga memiliki keinginan untuk di dengarkan, di perhatikan, dan di beri masukan. Aku rasa bukan hanya aku, tapi semua orang, semua manusia normal yang masih menggunakan otaknya untuk berfikir pasti menginginkan hal itu.
Setelah setengah perjalanan aku tempuh jenjang pendidikan ini, banyak ilmu dan pengetahuan baru yang aku dapatkan... Aku lebih mengerti Lingkungan, semuanya...Lingkungan tepat aku tinggal..Lingkungan tempatku mencari ilmu..Lingkungan tempatku mendapatkan teman..dan Lingkungan Alam yang selalu ada di sekelilingku..yang sungguh membuatku terpukau atas kebesaran-Nya.
Selanjutnya, aku meneruskan perjalanan..meraih apa yang bisa aku lakukan untuk Alam Semesta..karena aku tidak ingin di tuntut dihari pembalasan nanti.. saat anak-cucu meminta pertanggungjawaban mengenai titipan mereka.. Keindahan Alam.
Keindahan Alam bukanlah warisan dari nenek moyang, melainkan sebuah titipan dari anak-cucu kita....
Tanpopo-cha.. ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar